Dalam kepercayaan jawa, ada lima unsur alam yang saat ini dianggapnya mistis. Padahal, kesemuanya itu tidaklah lebih dari sekedar perenungan orang bijak zaman dulu.
Pada awalnya,
masyarakat Jawa mengenal 5 unsur alam yang disederhanakan;
Kawah/Gunung
disederhanakan jadi Pethak'an (Putih),
Api
disederhanakan jadi Abrit'an (Merah),
Air
disederhanakan Jenean (Kuning),
Tanah
disederhanakan jadi Cemeng'an (Hitam)
dan Pohon/Kayu
disederhanakan jadi Kasih (Hijau).
Kemudian ketika
ajaran Hindu mengalami pergolakan, maka masuklah ajaran Budha yang berasal dari
China, dan meleburkan ajarannya dengan ajaran yang sudah ada sehingga menjadi 5
jenis rasa;
Abritan =
Sesuatu yang membakar dan merayap keatas berganti menjadi Pahit, (Api)
Jenean =
Sesuatu yang basah dan merayap ketempat yang lebih rendah berganti menjadi Asin
(Air)
Kasih = Sesuatu
yang bengkok dan lurus berganti menjadi Asam/Kecut (Kayu)
Logam membendung Air, tapi memotong Kayu;
Air menumbuhkan Kayu, tapi memadamkan Api;
Kayu yang digesek mendatangkan Api; tapi menginjak Tanah;
Api padam berganti menjadi Tanah; tapi melelehkan Logam
Tanah menyimpan kandungan Logam, tapi menyerap Air.
Lalu masuklah seorang tokoh muslim, merubah nama-nama unsur tersebut menjadi:
Abritan = Pahing
Jenean = Pon
Kasih = Kliwon
Legi bernilai 5
Pahing bernilai 9
Pon bernilai 7
Wage bernilai 4
Kliwon bernilai 8
Pada masa ini jugalah, masyarakat Jawa mengenal adanya nilai dari masing-masing unsur, seperti:
Legi bernilai 5
Pahing bernilai 9
Pon bernilai 7
Wage bernilai 4
Kliwon bernilai 8
Lalu seiring perkembangan zaman, pengaruh "filsafat" Barat (via penjajahan Belanda) meleburkan kepercayaan 5 unsur Jawa menjadi 4 unsur dan berubah menjadi:
Legi = Udara
Pahing = Api
Pon = Air
Wage = Tanah
Kliwon = Roh/Jiwa/Nyawa
Penerapan Unsur
Penggunaan unsur inipun berbeda satu sama lain yakni antara Jawa dan Cina, seperti jika dalam kepercayaan Jawa, kelima unsur itu terletak untuk menemani 7 hari dalam seminggu seperti:
Budho (Rabu) = Budho Pethakan (Rabu Legi), Budho Abritan (Rabu Pahing), dst.Respati (Kamis) = Respati Abritan (Kamis Paing), Respati Jenean (Kamis Pon), dst
Sukro (Jum'at) = Sukro Jenean (Jum'at Pon), Sukro Cemengan (Jum'at Wage), dst
Tumpak (Sabtu) = Tumpak Cemengan (Sabtu Wage), Tumpak Kasih (Sabtu Kliwon), dst
Radhite (Ahad/Akad) = Radhite Kasih (Ahad/Akad Kliwon), Radhite Pethakan (Akad Legi), dst
Soma (Senin) = Soma Pethakan (Senin Legi), Soma Abritan (Senin Pahing), dst
Anggoro (Selasa) = Anggoro Abritan (Selasa Pahing), Anggoro Jenean (Selasa Pon), dst.
Namun dalam kepercayaan Cina, penempatan unsur itu untuk menemani tahun yang terletak dibelakang nama tahun. Sehingga perhitungannya pun berdasarkan dua angka akhir tahun. seperti:
Logam (jika angka terakhir tahunnya 0 & 1). Contoh: Tahun Masehi 2009 dan 2010 berdasarkan tahun Imlek adalah tahun 2560 dan 2561 berarti itu adalah tahun Kerbau Logam dan Macan Logam,Air (jika angka terakhir tahunnya 2 & 3). Contoh: Tahun Masehi 2011 dan 2012 berdasarkan tahun Imlek adalah tahun 2562 dan 2563 berarti itu adalah tahun Kelinci Air dan Naga Air,
Kayu (jika angka terakhir tahunnya 4 & 5). Contoh: Tahun Masehi 2013 dan 2014 berdasarkan tahun Imlek adalah tahun 2564 dan 2565 berarti itu adalah tahun Ular Kayu dan Kuda Kayu,
Api (jika angka terakhir tahunnya 6 & 7). Contoh: Tahun Masehi 2015 dan 2016 berdasarkan tahun Imlek adalah tahun 2566 dan 2567 berarti itu adalah tahun Kambing Api dan Monyet Api,
Tanah (jika angka terakhir tahunnya 8 & 9). Contoh: Tahun Masehi 2017 dan 2018 berdasarkan tahun Imlek adalah tahun 2568 dan 2569 berarti itu adalah tahun Ayam Tanah dan Anjing Tanah,
Unsur dan kesesuaian dalam diri manusia.
Logam (Air, China): Usus besar dan paru-paru. Dalam emosi, ia adalah duka cita dan tangis dalam suara. Dalam wajah, ia adalah telinga. Dan dalam tubuh, dia adalah tulang.
Air (Tanah, China): Lambung dan empedu. Dalam emosi, ia adalah bertafakur dan nyanyian dalam suara. Dalam wajah, ia adalah mulut. Dan dalam tubuh, ia adalah urat.
Kayu (Kayu, China): Urat liver dan liver. Dalam emosi, dia adalah marah dan teriakan dalam suara. Dalam wajah, ia adalah mata. Dan dalam tubuh, ia adalah urat daging.
Api (Logam, China): Usus besar dan paru-paru. Dalam emosi, dia adalah dukacita dan tangis dalam suara. Dalam wajah, ia adalah hidung. dan Dalam tubuh, ia adalah kulit.
Tanah (Api, China): Usus halus dan jantung. Dalam emosi, dia adalah kebencian dan tawa dalam suara. Dalam wajah dia adalah lidah. Dan dalam tubuh, ia adalah penciuman.
